Artikelku…

Hampir Punahnya Pasar Tradisional.

Pasar merupakan salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi orang. Berbagai kegiatan terjadi di pasar, seperti jual-beli barang, hutang-piutang, copet-copetan sampai fitnah-fitnahan pun terjadi di pasar. Tidak salah kalau dikatakan bahwasanya pasar adalah tempat yang sangat dibenci oleh Allah. Berdasarkan jenisnya pasar dibedakan menjadi dua yakni pasar tradisional dan pasar modern.

Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi antara penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Bangunannya biasanya terdiri dari kios-kios, los dasaran terbuka. Memang pada dasarnya pasar tradisional lebih identik dengan image negatifnya seperti kotor, becek, bau dan membuat para pembeli kurang nyaman. Namun, bagaimanapun keadaannya pasar tradisional lebih tampak menggambarkan denyut nadi perekonomian masyarakat pada umumnya.

Secara tidak langsung, pasar tradisional juga mempunyai andil dalam hal mempererat silaturahmi, bagaimana tidak, pasar tradisional lah yang mempertemukan penjual dan pembeli, saling melakukan penawaran hingga terjadinya pemindah tanganan suatu barang yang diinginkan pembeli. Pasar tradisional juga mendukung kelancaran produksi dan distribusi hasil pertanian dan industri kecil yang menyerap banyak tenaga kerja. Belum lagi dengan banyaknya orang –orang yang sangat bergantung pada pasar tersebut dengan mengais rezeki untuk menghidupi keluarganya, mulai dari para pemulung, pengemis, pengamen hingga para preman pasar yang kerjanya hanya meminta pajak liar kepada para penjual.

Seiring dengan berjalannya waktu, kini yang merajai bidang perekonomian bukan lagi pasar tradisional melainkan pasar moderen. Pasar moderen kini sedang berkembang sangat pesatnya bagaikan jamur di musim hujan. Pasar moderen tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging, sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.

Saat ini kehadiran pasar moderen memberikan banyak kenyamanan bagi orang-orang, sehingga banyak dari mereka yang kini enggan untuk mengunjungi pasar tradisional. Beragam alasan mereka lontarkan, seperti kondisi pasar yang becek, panas, bau, banyak pencopet, malas tawar-menawar, hingga resiko pengurangan timbangan. Padahal jika mereka lebih bisa melihat ke dalam, dengan seringnya mereka berbelanja ke pasar modern dapat merubah sistem kebudayaan yang ada dalam diri kita masing-masing yakni hilangnya rasa sosial dan cenderung lebih bersifat individualistik karena kurangnya interaksi dengan orang lain.

Menjamurnya pasar modern merupakan suatu ancaman bagi keberadaan pasar tradisional. Dari data Assosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dari tahun 2007-2008, terjadi penyusutan pedagang tradisional sebanyak 12,8 persen. Kehadiran hypermart (jenis-jenis pasar modern) merupakan penyebab utamanya. Survey AC Nielsen pun menyebutkan pasar tradisional menyusut 8,1 persen setiap tahunnya. Dengan begini, tidak menutup kemungkinan kalau pasar tradisional lambat laun akan punah bagaikan satwa-satwa langka. Kembali kepada pemerintah bagaimana cara menanggulanginya, tentunya mereka lebih tau apa yang harus dilakukan. Seperti melakukan revitalisasi pasar tradisional sehingga dapat menghilangkan image ‘negatif’ pada pasar, memberi kenyamanan bagi masyarakat dan mampu bersaing dengan pasar modern. Jangan hanya menghambur-hamburkan anggaran negara untuk hal-hal yang tidak penting. Semoga saja pengalaman kota Bangkok, Thailand yang awalnya memiliki puluhan pasar tradisional, namun kini hanya tersisa dua pasar karena terdesak oleh kehadiran puluhan hypermarket tidak terjadi di Indonesia. Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s