Selebrasi Ujian Nasional


oleh: Zulia Zahara

Sabtu (26/5) merupakan hari yang sangat mendebarkan bagi siswa-siswi SMA/MA/SMK sederajat yang ada di Indonesia, khususnya daerah Aceh. Betapa tidak, segala jerih payah dan beragam upaya yang telah dilakukan selama tiga tahun, akan diumumkan pada hari tersebut, baik itu kata lulus ataupun tidak lulus.

Seperti yang telah diberitakan di harian Serambi, minggu (27/5). Bahwasannya tingkat kelulusan di Aceh mencapai 99%, hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,26% dibandingkan tahun ajaran 2010/2011. Tentu merupakan hal yang sangat menggembirakan bagi mereka yang lulus, dan hal yang sangat menyedihkan jika ada beberapa dari mereka yang dinyatakan tidak lulus dan harus mengikuti ujian ulang alias Paket C.

Ujian Nasional (UN) merupakan suatu agenda pendidikan tahunan, yang bertujuan untuk memberikan evaluasi bagi setiap pelajar yang telah memenuhi syarat untuk menyelesaikan masa pendidikan di suatu sekolah. Selain itu UN ini juga memiliki tujuan untuk membenahi mutu pendidikan. Walaupun terkesan pelaksanaan UN ini malah merusak mutu pendidikan.

Setelah melihat papan pengumuman dan dinyatakan lulus, para pelajar langsung melakukan beragam atraksi dan kegiatan, untuk meluapkan segala rasa yang ada di hati. Seperti yang pernah saya lihat di beberapa foto yang ada di surat kabar, yang menggambarkan beberapa ekspresi para pelajar yang telah melihat hasil UN, ada yang melakukan corat-coret di pakaian, namun ada pula yang melakukan pengajian di mesjid sebagai luapan rasa syukur. Perbedaan inilah yang membuat saya sedikit tercengang. Pasalnya ketika zaman sekolah saya dulu budaya coret-coret seragam sekolah itu masih terlihat sangat tabu, dan sangat aneh jika dilakukan bahkan tidak ada. Namun kini, hal yang terkesan mubazir itu sudah termasuk dalam salah satu budaya baru bagi pelajar yang ada di daerah serambi mekkah ini.

Hal tersebut tentu sangat miris bagi para generasi muda Aceh yang dengan mudahnya terkontaminasi budaya luar dan jauh dari norma budaya yang ada di Aceh. Apakah budaya yang buruk seperti ini akan terus mengakar di setiap generasi yang ada di Aceh?, tentu kita tidak berharap itu terjadi. Jangankan di Aceh, hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia juga melarang hal buruk ini.

Maka dibutuhkan solusi untuk membuat hal ini tidak terulang lagi di tahun-tahun selanjutnya, peran orang tua dan tenaga pendidik sangat penting terhadap pola pengembangan perilaku positif maupun negative, dimana ketika orang tua dapat mengarahkan kearah yang baik maka perilaku positif akan muncul, namun sebaliknya apabila orang tua mengarahkan kearah yang tidak baik maka perilaku negative yang akan di perlihatkan oleh pelajar.

Tentu hal ini membutuhkan perhatian penuh dari semua pihak tidak hanya orang tua, agar kedepan setiap pelajar Aceh yang merayakan kelulusan dapat melakukan sesuai dengan budaya Aceh yang menjunjung tinggi agama, baik dengan cara berdoa bersama maupun dengan hal melakukan sujud syukur. Karena pelajar sekarang, mereka mudah terpengaruhi akan hal-hal yang mereka anggap gaul, seperti mencoret-coret seragam sekolah. Padahal jika mereka mau berpikir panjang, seragam-seragam terebut bisa disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Namun disini, pihak orang tua sendirilah yang merupakan peran awal yang sangat penting untuk menjaga perilaku sang buah hati, agar tidak mudah terjerumus. Apalagi di era globalisasi saat ini, semua kebudayaan yang tidak sesuai dengan kebiasaan kita dengan mudah masuk tanpa permisi dan siap menerkam siapa saja yang tidakĀ  mampu membentengi diri ataupun mudah teperdaya dengan hal-hal baru, apalagi orang-orang yang tidak ingin di cap kampungan, udik, deso, dan istilah lainnya.

Semoga saja, di tahun-tahun berikutnya pelajar Indonesia khususnya Aceh, bisa mengubah pola pikir mereka. Karena tidak semua tradisi yang ada bisa diadopsi begitu saja. Dibutuhkan pemikiran yang panjang, agar setiap hal yang baru itu bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s