POTRET PEMBANGUNAN KOTA LHOKSEUMAWE


Kota Lhokseumawe merupakan salah satu kota yang bearada di kawasan pesisir timur Aceh, kota ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh utara. Secara geografis Lhokseumawe merupakan daerah yang sangat stratgis sebagai jalur perlintasan Sumatera utara dan Banda aceh,tentunya sangat menguntungkan secara Ekonomi bagi masyarakat kota lhokseumawe. Lhokseumawe juga digadang-gadang sebagai kota kedua terbesar di Aceh dan di juluki sebagai Petro dolar. Pada awal mula pemekaran Lhokseumawe memiliki tiga kecematan yang meliputi kecamatan banda sakti, Muara Dua, dan Blangmangat. Seiring berjalan nya waktu jumlah kecematan di Lhokseumawe bertamah menjadi empat dengan di mekarkannya kecamatan Muara satu dari hasil pemekaran keamatan muara dua. Sebagai daerah pemekaran tentunya kota lhokseumawe harus memulai dari “nol” terhadap keseluruhan aspek mulai sistem pemerintahan hingga ke aspek pembangunan. Pada awalnya pejabat pemerintah kota lhokseumawe saat itu memfokuskan kinerja terhadap konsep pemerintahan yang birokratif, dan meningkatakan kesejahtraan masyarakat melalui hasil kelautan,perdagangan dan industri kecil menengah hingga industri besar, namun semua itu elum berjalan dengan maksimal dikarenakan kepala pemerintahan saat itu tidak definitif sehingga tidak bisa melaksanakan tugas dengan maksimal, ditambah situasi keamanan saat itu masi tidak stabil. Seiring mulai kondusifnya situasi keamanan di Aceh dengan adanya Mou perdamaian antara Pemerintah RI dan Gam saat itu, memberi angin segar bagi Aceh tidak terkecuali Kota Lhokseumawe. Adanya pemilukada tahun 2007 saat itu akhirnya Aceh memliki kepala daerah definitif, dan kota lhokseumawe sendiri memilih bapak Munir dan suaidi sebagai pemegang tampuk pemerintah kota lhokseumawe dalam jangka lima tahun kedepan, dalam beberapa tahun kepemimpinan mereka fokus utama peningkatan kesejahtraan masyarakat lhokseumawe melalui proses pembangunan infrastruktur yang diharapkan akan meningkatkan perekonomian terhadap semua komponen perekonomian masyarakat. Mulai dari memperluas jalan menjadi dua jalur memperlebar jalur jalan protokol, dan juga membangun wauk raksasa dan drainase untuk mencegah banjir yang sering melanda kota lhokseumawe. Namun apakah semua itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan? Tentu semua masyarakat dapat menilai sejauh mana hasil dari program pembangunan yang menghabiskan ratusan milyar rupiah uang rakyat, dari pelebaran sejumlah jalur protokol ytang seharusnya memperlancar akses pengguna jalan ternyata menjadi lahan parkir yang akhirnya mengganggu aktifitas pengguna jalan lainnya, pembangunan mega proyek waduk raksasa dan drainase untuk penaggulangan banjir terkesan sia-sia karena ketika hujan mengguyur beberapa sudut kota masih tergenang banjir,bahkan ketika musim kemarau datang waduk menjadi bau yang tentunya mengganggu kesehatan dan aktifitas masyarakat sekitar. Harus kita akui bahwasanya pembangunan di kota lhokseumawe makin meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun apabila hasil pembangunan seperti ini tidak memberikan efek positif bagi masyarakat sama saja omong kosong, lebih baik dana pembangunan tersebut di alaihkan ke program pemberdayaan masyarakat yang kiranya dapat langsung dinikmati oleh masyarakat. Pembangunan infrastruktur merupakan komponen penting bagi peningkatan kesejahtraan masyarakat, namun ketika dalam proses peng implementasian tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan tentu hal tersebut akan jadi bumerang terhadap masyarakat itu sendiri, mudah-mudahan kedepan ada pemegang tampuk jabatan pemerintahan dapat menjadikan problema ini sebagai bahan pertimbangan agar melaksanakan program pembangunan yang lebih pro rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s