William-Kate VS Jarno-Iyem


29 april 2011 mungkin akan menjadi hari yang sangat berarti bagi pasangan Pangeran William dan Kate dalam perjalanan hidupnya dan akan menjadi kisah terbaru dalam sejarah kerajaan Inggris, dua pasangan ini akan menjalani hidup sebagai pasangan suami istri dan tentunya akan menjadi Raja dan Ratu Inggris kedepan. ada hal yang menarik dalam prosesi pernikahan pasangan pewaris tahta kerajaan Inggris tersebut, dimana pada tanggal 29 merupakan tanggal pernikahan Pangeran Charles dengan mendiang Lady diana yang merupakan orang tua kandung dari Pangeran William, selain itu hal yang menarik dalam pernikahan ini adalah biaya yang dikeluarkan pihak mempelai yaitu tidak kurang dar 340 milyar jika dirupiahkan dan tidak kurang 19000 undangan dari berbagai negara akan berhadir dalam acara tersebut, bahkan diperkirakan jumlah yang akan menonton resepsi ini mencapai 2 milyar orang diseluruh dunia. tentu akan menjadi Pernikahan terbesar Abad ini.

Namun pada tanggal yang sama, di Indonesia ada sepasang anak manusia yang juga melaksanakan pernikahan, mereka bernama Jarno dan Iyem, pasangan yang berasal dari kalangan keluaraga menengah kebawah, jadi pelaksanaan nya sangat sederhana dengan tamu undangan yang sangat terbatas. tentu akan terlihat perbedaan antara pasangan Pangeran Will-kate dengan Jarno-Iyem, yang satu pasangan dihadiri oleh ribuan undangan dan yang satunya lagi hanya dihadiri pihak keluarga saja, tentu akan terlintas dibenak kita, sebenarnya apa sih makna dari sebuah perayaan, apakah ceremony seperti ini lebih bermakna dibandingkan sebuah kesakralan dalam pernikahan. sungguh sebuah ironi kita orang-orang sekarang menilai sebuah kesakralan  pernikahan dari ceremonial yang megah, mungkin akan menjadi suatu kebanggaan bagi orang ketika pernikahannya megah walau pada akhirnya biduk rumah tangganya hancur berantakan. tapi coba kita bandingkan ketika ada yang melaksanakan pernikahan dengan sederhana namun biduk rumah tangganya sakinah, mawaddah,warahmah. Jadi yang menjadi sebuah kebanggaan adalah bagaimana kita bisa menjaga keharmonisan keluarga dari pada bangga akan ceremonial namun pada akhirnya tidak mampu menjaga biduk rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s