BAHAYANYA KETAGIHAN INFOTAIMENT


Infotainment adalah salah satu jenis penggelembungan bahasa yang kemudian menjadi istilah populer untuk berita ringan yang menghibur atau informasi hiburan. Infotaiment merupakan kependekan dari istilah Inggris information-entertainment. Infotainment di Indonesia identik dengan acara televisi yang menyajikan berita selebritis dan memiliki ciri khas penyampaian yang unik.

Pertelevisian di Indonesia pada saat ini saling berlomba-lomba dalam membuat program yang berbau infotaiment. Selain karena biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tidak sedikit, mereka juga menggunakan infotaiment untuk mengdongkrak rating televise mereka. Apalagi dengan kemunculan kasus Ariel-Luna, tidak ada pertelevisian pun yang tidak menyiarkan narasi dari kasus tersebut.

Tayangan infotainment dianggap terlalu berlebihan. Proses produksi infotainment tidak sepenuhnya mengikuti etika jurnalistik dan kerap dimotori keinginan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Pertumbuhan jumlah tayangan infotainment dilatarbelakangi antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Infotainment menjadi salah satu program alternatif yang lahir dengan alasan memenuhi minimal 60 persen proporsi isi siaran domestic.

Program infotaiment ini memang identik dengan penyampaian berita tentang kehidupan para artis. Ada yang menceritakan tentang kesuksesan, kecantikan, karier, hingga yang terlibat narkoba pun disiarkan. Sebenarnya infotaiment ini memang harus di sensor oleh pihak KPI karena penyiarannya yang terlalu berlebihan, sehingga dapat berdampak bagi masyarakat apalagi yang memiliki idola dari kalangan artis yang cenderung bersifat meniru akan segala tigkah polah artis tersebut.

Memang tidak dapat dipungkiri, rata-rata yang menggemari acara ataupun program infotaiment itu dari kalangan ibu-ibu dan para remaja putri. Selain waktu yang tersedia bagi mereka untuk menyaksiakan siaran infotaiment yang cenderung ada, para remaja putri juga menyaksikan acara tersebut karena adanya para artis-artis yang mereka idolakan. Untuk itu, seharusnya ibu-ibu lebih mempunyai andil dalam memperhatikan pola aktifitas anak, karena anak-anak eremaja cenderung labil dalam memaknai sesuatu hal. Bukan menjadikan anak tersebut sebagai teman untuk menonton acara tersebut. Didalam agama islam pun mengharamkan hal-hal yang berbau isu, fitnah ataupun membuka aib orang lain. Seperti bunyi hadis berikut yang artinya “ barang siapa yang membuka aib seorang muslim dengan satu dosa, maka dia tidak akan mati sebebelum dia melakukan aib yang di bukanya”. (HR TARMIZI)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s